awalan me- akan meluruh jika bertemu kata yang berawalan p,t,s,k. contohnya : menyapu, memanah,menari,dan mengorong....(ini teori lama, bukan teori baru)
awalan ber- ketika digabung dalam beberapa kata jadi be- seperti : bekerja (teori lama juga)
awalan ber- ketika digabung dalam beberapa kata jadi bel- seperti :belajar (teori lama juga)
teori baru :
awalan ber- jika digabung dengan kata dasar yang merupakan nama negara, akan berubah jadi bel-, seperti contoh ini : belanda, belgia, belarusia,belize,dll....
yes,dapet teori baru!!semoga dikenang selamanya...
Selasa, 17 Februari 2009
bangbangkalimagobangbang
mari mengingat jaman2 SD...
Ketika ada orang ngeliatin, apa respon anda?kalo diantara saya dan teman-teman, biasanya ini yang keluar :
Apa lu liat-liat..
tai kambing dibulat-bulat
dimakan jadi obat, disimpan jadi jimat...
Ato ayo kita ngahaleuang...
bangbangkalimagobangbang..
bangkong di tengah sawah wah..
wahai tukang bajigur gur..
guru sakola desa sa...
saban poe ngajar jar..
jarum paranti ngaput put..
putri nu gareulis lis..
lisung katinggang halu lu..
luhur kapal udara ra..
ragrag di jakarta ta..
taun opat lima ma...
saha nu bade ngalajengkeun??mangga..mangga..sing kreatip!!
Ketika ada orang ngeliatin, apa respon anda?kalo diantara saya dan teman-teman, biasanya ini yang keluar :
Apa lu liat-liat..
tai kambing dibulat-bulat
dimakan jadi obat, disimpan jadi jimat...
Ato ayo kita ngahaleuang...
bangbangkalimagobangbang..
bangkong di tengah sawah wah..
wahai tukang bajigur gur..
guru sakola desa sa...
saban poe ngajar jar..
jarum paranti ngaput put..
putri nu gareulis lis..
lisung katinggang halu lu..
luhur kapal udara ra..
ragrag di jakarta ta..
taun opat lima ma...
saha nu bade ngalajengkeun??mangga..mangga..sing kreatip!!
Kamis, 22 Januari 2009
RS Emma
Ini kejadian baruuu aja di RS Emma di Bandung. Ketika seorang laki-laki (sebut saja namanya anwar,bukan nama sebenarnya,red) menjenguk temannya (sebut saja namanya desi) yang baru aja melahirkan 1 hari sebelumnya. Sebelum berhasil bertemu desi, anwar ketemu dan ngobrol dulu dengan ibunya desi..
Ibu : E ada anwar....apa kabar??
A : baik, bu.desi gimana?lancar ngelahirinnya?
Ibu : Alhamdulillah, anaknya juga sehat ko. Udah bisa dijenguk tuh. Anwar kapan nyusul? (pasti tau dong maksud pertanyaannya adalah kapan nyusull nikah)
A : wah,bu...saya mah laki-laki...mau digimana2in juga ga mungkin nyusul desi, saya ga bisa melahirkan bu
Ibu :...........................
Ibu : E ada anwar....apa kabar??
A : baik, bu.desi gimana?lancar ngelahirinnya?
Ibu : Alhamdulillah, anaknya juga sehat ko. Udah bisa dijenguk tuh. Anwar kapan nyusul? (pasti tau dong maksud pertanyaannya adalah kapan nyusull nikah)
A : wah,bu...saya mah laki-laki...mau digimana2in juga ga mungkin nyusul desi, saya ga bisa melahirkan bu
Ibu :...........................
Rabu, 21 Januari 2009
Darsih
Darsih adalah nama obat yang umum terdapat di apotek-apotek. Fungsinya untuk membersihkan darah, sesuai dengan kepanjangan DARSIH (Darah Bersih). mari kita simak dialog yang berdarkan kisah nyata ini di suatu apotek di Kota Bandung.
A : Bu, ada darsih??
I : Darsih?ga ada yang namanya darsih disini Dia ga kerja disini
A :#$#$#@*^'##
Hikmah dari cerita ini :
A : Bu, ada darsih??
I : Darsih?ga ada yang namanya darsih disini Dia ga kerja disini
A :#$#$#@*^'##
Hikmah dari cerita ini :
- Kalo ngasih merk dagang, jangan mirip dengan nama orang
- Kalo buka apotek,mbo ya baca2 tentang obat yang banyak
- Mending darahnya bersih terus deh, biar kejadian kaya gini ga terulang..heuheu
Mari Ngagaring
sekitar awal taun 2009, b@s!s band nagadain reuni. latihan di aru dan kongkow2 di bebek garang. latihannya biasa aja, kongkow dan ngobrolnya yang seru. saya tulis disini dah sedikit dialognya.
T : urang basa eta panggih si L euy. terus ngbrol kamana meni. seru siah. atah anjir si eta..
Kami : kunaon kitu?
Kieu yeuh (T menceritakan dialognya dengan L) :
T : timana maneh, ga??
L : karek nongton pelem euy di twenty one
T : nongton naon?teu ngajak2 maneh mah euy. abong sarua lalaki..
L : labuh (labuh ato lagrag ya yang bener?) atuh pasaran urang ngajak lalaki deui mah..tapi rame siah filemna. komedi romantis kitu. ngan lebar euuy....
T : lebar naonna?
L : lebar. happy endingna sad
terima kasih kepada teri yang telah menceritakan kembali pertemuannya dengan loga..hehehehe
T : urang basa eta panggih si L euy. terus ngbrol kamana meni. seru siah. atah anjir si eta..
Kami : kunaon kitu?
Kieu yeuh (T menceritakan dialognya dengan L) :
T : timana maneh, ga??
L : karek nongton pelem euy di twenty one
T : nongton naon?teu ngajak2 maneh mah euy. abong sarua lalaki..
L : labuh (labuh ato lagrag ya yang bener?) atuh pasaran urang ngajak lalaki deui mah..tapi rame siah filemna. komedi romantis kitu. ngan lebar euuy....
T : lebar naonna?
L : lebar. happy endingna sad
terima kasih kepada teri yang telah menceritakan kembali pertemuannya dengan loga..hehehehe
Mari menulis lagi...
Daramang sadayaaaaaaaaaaaa???????sudah lama tidak menulis. hilang gairah..hehe...
mari kita mulai sesaat lagih!!!!
mari kita mulai sesaat lagih!!!!
Rabu, 22 Oktober 2008
Berburu Bebek di Subang
Sebagai pengusaha, kegiatan-kegiatan mengelola usaha tidak jauh dari meminimumkan cost, menaikkan omset dan tingkat profit, dll. Dan sebagai pengusaha bebek, saya dan teman saya sesama owner bebek garang, Heri, jalan-jalan ke daerah Subang sana untuk mencari peternak bebek dengan tujuan untuk mencari supplier bebek yang lebih murah dan untuk menambah alternatif supplier bebek.
Setelah menempuh perjalanan dengan naik motor sekitar 2 jam, sampailah kami di Kabupaten Subang yang panasnya mirip-mirip Jakarta. Tapi panasnya Subang tidak menghalangi kami untuk berhenti di pinggir jalan (ya iyalaah..masa di tengah jalan) untuk mencicipi mie baso khas kampung yang super pedesss. Nikmat lah cui…apalagi setelah itu langsung diimbangi es kelapa muda. Ajiiiib….
Sesampainya di tempat tujuan dan telah beristirahat, berangkatlah kami ke beberapa tempat untuk melihat bebek-bebek. Semuanya biasa, ga ada yang spesial sampai ketika kami tiba di pesawahan. Sawah yang membentang, balong (apa sih bahasa indonesianya balong ya?saya cuma tau bahasa Italinya), saung-saung kecil tempat “surti dan tejo” melepas kangen (dalam lagunya Jamrud), angin yang ngahiliwir, sungai kecil disamping jalan…ah..membuat betah.
Sambil ngobrol dengan tukang “ngangon” bebek, kami melihat sendiri bagaimana perilaku bebek-bebek tersebut. Mereka selalu bergerak beriringan dengan kelompoknya. Kami melihat bagaimana sekitar 35 ekor bebek bersama-sama mencari makan dengan berpindah dari satu petak sawah ke petak sawah lain tanpa pernah ada 1 ekor pun yang terpisah dari kelompoknya. Lalu kami bertanya pada sang pengangon tentang bagaimana menggiring kembali mereka semua ke kandangnya. Sang pengangon berkata : ah, gampang ko. Tinggal menggiring mereka keluar dari sawah. Setelah keluar dari sawah mereka akan sendirinya pulang ke kandang tanpa dikomando, mereka hapal arah.
Setengah tidak percaya, tidak lama kemudian kami melihat langsung bagaimana bebek-bebek itu pulang kandang. Ketika hari sudah menjelang gelap, gerombolan bebek tersebut dengan sendirinya keluar dari sawah, tanpa ada 1 pun yang tertinggal. Mereka langsung berlari beriringan di jalan dengan gayanya yang memperlihatkan goyang pantatnya ke kanan dan kiri atau ke kiri dan kanan, entah mana yang duluan, kanan atau kiri. Tiba-tiba mereka berhenti, semuanya melihat ke arah sungai, lalu berlari lagi sekitar 5 meter, dan berhenti lagi. Mereka melihat ke arah sungai lagi lalu akhirnya menyeberangi sungai bersama-sama. Luar biasaaaa..Subhanallah. Mereka sangat meringankan kerjanya sang pengangon. Cari makan disawah sendiri, pulang ke kandang sendiri, tidak pernah ada satupun yang tertinggal. Yang jadi pertanyaan, bebek manakah yang menjadi pemimpin mereka? Apakah pernah perintah sang pemimpin tidak diikuti oleh kawanan lainnya? Ataukah mereka solider sehingga siapapun yang mengkomando atau mengawali kegiatan, mereka otomatis mengikuti inisiator tersebut?? Mantap lah pokonya!!
Perjalanan di Subang kami akhiri dengan obrolan singkat kami dengan pedagang ketela goreng yang kami beli. Dia berasal dari Jawa, belum punya pacar, belum punya kecengan. Dia berpendapat kalo band yang keren adalah Nidji. Kalo Kangen Band keren performancenya. Dan dia sepakat kalo The Changcuters pasti tambah bagus kalo ada pemain pianonya. Oh ya..tau ga?tadinya ketela goreng ini sepi. Setelah kami beli dan nongkrong sebentar sambil menghabiskan ketelanya, pembeli lainnya banyak berdatangan ikut membeli…dan si mas Brebes itu mengakuinya,hehehehe…sayangnya kami tetep ga dikasih royalti penjualan…
*) Tulisan ini juga di upload ke webnya bebek garang
Setelah menempuh perjalanan dengan naik motor sekitar 2 jam, sampailah kami di Kabupaten Subang yang panasnya mirip-mirip Jakarta. Tapi panasnya Subang tidak menghalangi kami untuk berhenti di pinggir jalan (ya iyalaah..masa di tengah jalan) untuk mencicipi mie baso khas kampung yang super pedesss. Nikmat lah cui…apalagi setelah itu langsung diimbangi es kelapa muda. Ajiiiib….
Sesampainya di tempat tujuan dan telah beristirahat, berangkatlah kami ke beberapa tempat untuk melihat bebek-bebek. Semuanya biasa, ga ada yang spesial sampai ketika kami tiba di pesawahan. Sawah yang membentang, balong (apa sih bahasa indonesianya balong ya?saya cuma tau bahasa Italinya), saung-saung kecil tempat “surti dan tejo” melepas kangen (dalam lagunya Jamrud), angin yang ngahiliwir, sungai kecil disamping jalan…ah..membuat betah.
Sambil ngobrol dengan tukang “ngangon” bebek, kami melihat sendiri bagaimana perilaku bebek-bebek tersebut. Mereka selalu bergerak beriringan dengan kelompoknya. Kami melihat bagaimana sekitar 35 ekor bebek bersama-sama mencari makan dengan berpindah dari satu petak sawah ke petak sawah lain tanpa pernah ada 1 ekor pun yang terpisah dari kelompoknya. Lalu kami bertanya pada sang pengangon tentang bagaimana menggiring kembali mereka semua ke kandangnya. Sang pengangon berkata : ah, gampang ko. Tinggal menggiring mereka keluar dari sawah. Setelah keluar dari sawah mereka akan sendirinya pulang ke kandang tanpa dikomando, mereka hapal arah.
Setengah tidak percaya, tidak lama kemudian kami melihat langsung bagaimana bebek-bebek itu pulang kandang. Ketika hari sudah menjelang gelap, gerombolan bebek tersebut dengan sendirinya keluar dari sawah, tanpa ada 1 pun yang tertinggal. Mereka langsung berlari beriringan di jalan dengan gayanya yang memperlihatkan goyang pantatnya ke kanan dan kiri atau ke kiri dan kanan, entah mana yang duluan, kanan atau kiri. Tiba-tiba mereka berhenti, semuanya melihat ke arah sungai, lalu berlari lagi sekitar 5 meter, dan berhenti lagi. Mereka melihat ke arah sungai lagi lalu akhirnya menyeberangi sungai bersama-sama. Luar biasaaaa..Subhanallah. Mereka sangat meringankan kerjanya sang pengangon. Cari makan disawah sendiri, pulang ke kandang sendiri, tidak pernah ada satupun yang tertinggal. Yang jadi pertanyaan, bebek manakah yang menjadi pemimpin mereka? Apakah pernah perintah sang pemimpin tidak diikuti oleh kawanan lainnya? Ataukah mereka solider sehingga siapapun yang mengkomando atau mengawali kegiatan, mereka otomatis mengikuti inisiator tersebut?? Mantap lah pokonya!!
Perjalanan di Subang kami akhiri dengan obrolan singkat kami dengan pedagang ketela goreng yang kami beli. Dia berasal dari Jawa, belum punya pacar, belum punya kecengan. Dia berpendapat kalo band yang keren adalah Nidji. Kalo Kangen Band keren performancenya. Dan dia sepakat kalo The Changcuters pasti tambah bagus kalo ada pemain pianonya. Oh ya..tau ga?tadinya ketela goreng ini sepi. Setelah kami beli dan nongkrong sebentar sambil menghabiskan ketelanya, pembeli lainnya banyak berdatangan ikut membeli…dan si mas Brebes itu mengakuinya,hehehehe…sayangnya kami tetep ga dikasih royalti penjualan…
*) Tulisan ini juga di upload ke webnya bebek garang
Langgan:
Entri (Atom)